Bursa Efek New York Mau Tendang 3 Raksasa Telekomunikasi China Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Bursa Efek New York ( NYSE) menyatakan akan menghapus 3 perusahaaan raksasa telekomunikasi China dari bursa (delisting).

Read More

Ketiga perusahaan tersebut yakni China Telecom, China Mobile, dan China Unicom Hong Kong. Dalam penyelidikan, ketiganya dituduh melakukan pelanggaran terkait keamanan negara.

Dilansir dari BBC, Minggu (3/1/2021), perdagangan saham tiga perusahaan tersebut di NYSE akan ditangguhkan sementara sebelum proses penghapusan dari salah satu bursa efek terbesar di dunia itu.

Ketiga perusahaan itu dianggap lebih banyak beroperasi dan meraup hampir seluruh pendapatannya di China. Sementara kehadiran mereka di AS dianggap sangat tidak signifikan.

Penghapusan ketiga perusahaan dari NYSE lebih dianggap sebagai gertakan simbolis dari pemerintah AS dalam babak baru kelanjutan ketegangan hubungannya dengan Beijing.

Dalam perdagangan saham di NYSE, saham ketiga perusahaan juga tak banyak diperjual-belikan. Ketiganya tercatat merupakan perusahaan BUMN milik pemerintah China.

Beberapa waktu lalu, Presiden Donald Trump menandatangani perintah yang melarang segala bentuk investasi perusahaan China yang memiliki kaitan dengan militer.

Secara spesifik, perintah Donald Trump tersebut yakni larangan membeli atau menjual saham perusahaan China yang masuk dalam daftar yang dirilis Pentagon.

Selain perusahaan BUMN China, pemerintah AS juga menargetkan sejumlah korporasi swasta Negeri Tirai Bambu yang beroperasi di negaranya seperti TikTok, Huawei, dan Tencent.

Perusahaan-perusahaan telekomunikasi China yang beroperasi di AS dianggap bisa membahayakan keamanan nasional.

Pemerintah Beijing sendiri merespon daftar hitam perusahaan China yang dikeluarkan Pentagon sebagai bagian dari ketegangan hubungan dua raksasa ekonomi tersebut.

NYSE sudah mengonfirmasi bahwa perdagangan saham China Telecom, China Mobile, dan China Unicom Hong Kong akan ditangguhkan pada 7 sampai 11 Januari 2021 mendatang.

Rencana keputusan menendang tiga raksasa telekomunikasi China itu dari bursa saham sebenarnya sangat bertolak belakang dengan kebijakan ekonomi AS sebelum ketegangan hubungan dengan China.

Dalam beberapa tahun sebelumnya, bursa saham Negeri Paman Sam seperti NYSE dan Nasdaq aktif membujuk perusahaan China untuk mencatatkan saham mereka di sana.

Saat ini, terdapat lebih dari 200 perusahaan China yang terdaftar di pasar saham AS dengan kapitalisasi pasar mencapai 2,2 triliun dollar AS.

Setelah memburuknya hubungan AS-China, banyak perusahaan China yang sudah terdaftar di NYSE maupun Nasdaq, mulai mencatatkan diri di bursa saham lain yang lebih aman seperti di Hong Kong dan Singapura.

Perusahaan e-commerce raksasa seperti Alibaba dan JD.Com juga sudah mencatatkan diri di New York namun kini telah melakukan pencatatan saham sekunder di Hong Kong sejak dua tahun terakhir.

Bulan lalu, parlemen AS menerbitkan UU yang meminta perusahaan-perusahaan China dikeluarkan dari bursa jika mereka tidak mematuhi aturan terkait audit sesuai peraturan di AS.

#Bursa #Efek #York #Mau #Tendang #Raksasa #Telekomunikasi #China #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts