Turunkan Bunga Penjaminan 50 Bps Sekaligus, Ini Alasan LPS

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga Penjamin Simpanan kembali menurunkan suku bunga penjaminan untuk simpanan rupiah sebesar 50 basis poin (bps) di bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Sedangkan untuk valuta asing, penurunan sebesar 25 bps di bank umum.

Penurunan tingkat bunga penjaminan 50 bps sekaligus ini tak biasa. Umumnya, LPS hanya menurunkan bunga penjaminan sebesar 25 bps.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penurunan tingkat bunga penjaminan sebesar 50 bps mengejar penurunan suku bunga acuan BI-7DRR yang telah turun sebanyak 5 kali sepanjang 2020.

“Bank sentral sudah lebih dulu turun sementara kita agak lambat. Kami baru menurunkan (tingkat bunga penjaminan) di September lalu. Itupun masih mengejar, bank sentral turunkan lagi (suku bunga acuannya),” kata Purbaya dalam konferensi pers pengumuman hasil RDK November, Selasa (24/11/2020).

Purbaya menuturkan, LPS tidak mau menjadi “bank sentral kedua” yang menghalangi transmisi kebijakan moneter dari BI.

Kendati demikian, bukan berarti pihaknya akan terus-menerus menurunkan tingkat bunga penjaminan.

Dia akan melihat kondisi perekonomian dan indikator yang mendukung penurunan bunga penjaminan.

Misalnya pada penurunan tingkat bunga penjaminan kali ini, LPS melihat tren penurunan suku bunga pasar yang masih berlanjut sepanjang 2020.

“Kebetulan ini semua didukung oleh data-data lain, seperti (tren) suku bunga pasar sehingga memberi ruang kepada kita untuk melakukan hal tersebut (menurunkan bunga penjaminan 50 bps),” ucap Purbaya.

Berdasarkan pengamatan LPS, suku bunga pasar simpanan rupiah menurun sebesar 16 bps menjadi 3,76 persen pada periode observasi 16 Oktober-17 November 2020.

Sementara itu, suku bunga pasar simpanan valuta asing pada tanggal 12 Oktober – 17 November 2020 menurun 5 bps menjadi 0,44 persen.

“Ke depan, kita akan melihat bagaimana kebijakan bank sentral maupun otoritas yang lain. Kami akan adjust. Kami langkahnya amat bersinergi dengan bank sentral, OJK, dan penguasa fiskal,” sebut Purbaya.

Anggota Dewan Komisioner LPS, Didik Madiyono menambahkan, suku bunga pasar diturunkan karena tingkat persaingan antar bank BUKU sudah mereda, sejalan dengan tekanan likuiditas pada bank kecil juga relatif mereda.

“Kita harapkan transmisi ini akan diteruskan ke dalam penurunan suku bunga kredit oleh bank, sehingga kita mengharapkan ada demand kredit dari korporasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, tingkat bunga penjaminan berlaku untuk periode 25 November 2020 sampai 29 Januari 2021.

Sehubungan dengan penurunan tingkat bunga, maka bank wajib memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

#Turunkan #Bunga #Penjaminan #Bps #Sekaligus #Ini #Alasan #LPS

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts