Beberapa Insentif Berakhir, Kemiskinan Meningkat di AS

  • Whatsapp

WASHINGTON, KOMPAS.com – Jumlah warga miskin di Amerika Serikat (AS) dikabarkan kembali meningkat, pasca berakhirnya beberapa kebijakan insentif pemerintahan Donald Trump yang tergabung dalam Coronavirus Aid, Relief, and Economic Security Act (CARES Act).

Dikutip dari CNBC, Sabtu (17/10/2020), diperkirakan terdapat 8 juta warga AS yang jatuh miskin sejak Mei 2020.

Sementara diberitakan BBC, hampir 900.000 orang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pada pekan lalu.

BBC juga menulis, pada September 2020 tingkat kemiskinan mencapai 16,7 persen, naik dari 15,3 persen pada Februari 2020 dan 14,3 persen pada Mei 2020.

Padahal pada April lalu, hasil studi Universitas Columbia menunjukan stimulus-stimulus yang digelontorkan Trump, seperti pemberian 600 dollar AS per minggu kepada para pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), mampu “mengeluarkan” sekitar 18 juta warga AS dari kemiskinan.

Peneliti Columbia’s Center on Poverty and Social Policy, Megan Curran mengakui, insentif yang tertuang dalam CARS Act memang tidak sempurna.

Namun, program insentif sebesar 2,2 triliun dollar AS itu terbukti mampu memitigasi lonjakan kemiskinan yang seharusnya terjadi akibat pandemi Covid-19.

“Jika tingkat pengangguran terus bertambah, seperti yang diproyekikan, maka dapat dipastikan angka kemiskinan akan terus bertambah,” kata dia.

Meskipun jumlah masyarakat AS yang kembali bekerja terus bertambah, namun sampai saat ini masih ada 25 juta warga yang menerima bantuan pengangguran.

Selain itu, dengan masih berlanjutnya resesi, maka diproyeksikan semakin banyak orang jatuh ke jurang kemiskinan.

#Beberapa #Insentif #Berakhir #Kemiskinan #Meningkat

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts