Hilirisasi Nikel Selamatkan Masa Depan Indonesia Lewat Kehadiran Baterai Lithium

  • Whatsapp

Melalui hilirisasi nikel, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki posisi strategi sebagai negara produsen baterai lithium dunia. Menurut Jokowi, Indonesia memiliki cadangan bijih nikel terbesar dunia yang merupakan bahan utama baterai lithium. 

Jokowi mengutarakan, potensi bijih nikel sangat besar. Mineral ini dapat diolah menjadi feronikel, stainless steel slab, lembaran baja, dan baterai lithium. “Hal ini akan menjadikan posisi Indonesia menjadi sangat strategis dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik dunia, dan produsen teknologi di masa depan,” ujarnya. 

Dengan potensi dan posisi yang strategis ini, Jokowi yakin Indonesia mampu memperbaiki defisit transaksi berjalan, meningkatkan lapangan kerja, dan mengurangi dominasi energi fosil. 

Saat ini Indonesia telah mengantongi calon pabrik memproduksi baterai lithium. Salah satunya pabrik lithium di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park di Sulawesi Tengah. 

Menurut Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), pada bulan Juni 2020 LG dan Hyundai juga telah menyatakan keinginannya untuk membangun pabrik baterai lithium di Indonesia. “Nantinya pada 2021 Hyundai akan menyelesaikan pembangunan pabrik yang akan menjadi produsen mobil listrik,” ujarnya. LPB menambahkan, pada Maret 2021 pabrik Hyundai akan selesai dan segera melakukan banyak uji coba sampai produksi final di akhir tahun 2021. “Mereka juga sampaikan kemampuan produksinya bisa sampai 250.000 unit per tahunnya, Tentunya dalam menjalankan proyek mobil listrik ini, Hyundai berjanji akan menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 3.500 orang,” tutup LBP.

Related posts