Teknik Tendangan Penalti dalam Sepak Bola

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Tendangan penalti merupakan salah satu cara mencetak gol dalam pertandingan sepak bola.

Read More

Kemungkinan terjadinya gol dalam tendangan penalti lebih besar dibanding kesempatan lainnya seperti tendangan bebas langsung.

Namun demikian, kegagalan juga acapkali terjadi dalam tendangan penalti. Entah itu karena kiper mampu membaca arah bola atau sepakannya melenceng.

Agar tendangan penalti tidak melenceng, penendang perlu menguasai lebih dulu tekniknya.

Dalam hal ini, tendangan yang biasa digunakan oleh pemain untuk melakukan tendangan penalti adalah kaki bagian dalam, lebih tepat lagi yakni punggung kaki bagian dalam.

Penggunaan teknik menendang dengan kaki bagian dalam pada tendangan penalti tak lepas dari akurasi yang dihasilkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, akurasi sepakan menggunakan kaki bagian dalam lebih tinggi dibanding area kaki lainnya.

Kemudian, penggunaan punggung adalah untuk kekuatan tendangan yang dihasilkan sehingga bola bisa melaju dengan keras dan kencang.

Terlepas dari hal tersebut, tendangan penalti biasanya dilakukan ketika mendapat hadiah dari wasit atau penentuan pemenang dalam sebuah pertandingan.

Hadiah penalti biasanya diberikan jika seorang pemain belakang tangannya menyentuh bola di dalam darah kotak penalti wilayahnya, maka hukuman yang diberikan wasit adalah tendangan penalti.

  1. Letakkan bola di titik penalti. Pastikan bola berhenti atau tidak bergerak sama sekali sebelum ditendang.
  2. Cari target ke arah mana bola akan ditendang.
  3. Setelah itu, pusatkan arah pandangan ke bola, tepatnya ke posisi bagian bola yang akan disepak.
  4. Perkenaan bola di bagian punggung kaki bagian dalam.

Regulasi mengenai pelaksanaan tendangan penalti dalam permainan sepak bola ditetapkan oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), sebagai berikut:

  1. Bola harus berada di titik penalti.
  2. Jarak antara titik penalti dengan gawang yaitu 11 meter.
  3. Tiang, mistar, dan jaring gawang tidak boleh bergeser atau bergerak ketika tendangan penalti diambil Wasit harus secara jelas memastikan pemain yang akan menendang penalti.
  4. Penjaga gawang harus tetap berada di garis gawang serta dan di antara tiang gawang saat menghadapi tendangan penalti.
  5. Penjaga gawang tidak boleh menyentuh tiang, mistar, dan jaring gawang sebelum tendangan dilakukan.
  6. Ketika bola ditendang, salah satu kaki penjaga gawang harus tetap berada di garis gawang atau sejajar.
  7. Tendangan penalti harus dilakukan setelah wasit memberi isyarat melalui peluit.
  8. Penendang harus mengarahkan bola ke depan (maju) Penendang tidak boleh menyentuh bola hasil tendangannya jika belum menyentuh pemain lain.
  9. Bola dianggap berjalan dalam permainan apabila telah ditendang dan bergerak ke depan dari titik penalti.
  10. Tendangan penalti dianggap selesai dilakukan jika bola berhenti bergerak, keluar wilayah permainan, masukke gawang, atau berdasar keputusan wasit telah terjadi pelanggaran.
  11. Pemain dari kedua tim selain penendang dan penjaga gawang dilarang berada di dalam kotak penalti ketika tendangan penalti dilakukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Teknik #Tendangan #Penalti #dalam #Sepak #Bola #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts