Kisah Tokoh Helsinki dan Perjuangan Atlet Indonesia di Piala Sudirman

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Kota Helsinki memang bukanlah tempat berlangsungnya ajang BWF dua tahunan, Piala Sudirman atau Sudirman Cup.

Read More

Namun, Kota Helsinki adalah “pintu gerbang” atlet-atlet kebanggaan Indonesia menorehkan tinta emas di Piala Sudirman 2021.

Ya, bandara internasional Helsinki-Vantaa Airport dengan kode IATA HEL, merupakan tempat yang pertama kali diinjak oleh atlet-atlet Tanah Air.

Bandara tersebut terletak di antara perbatasan Ibu Kota Finlandia, Helsinki, dengan lokasi dilaksanakannya Piala Sudirman 2021, Vantaa.

Bagi penggemar Netflix, khususnya series Money Heist atau La Casa de Papel, tentu tak akan asing dengan nama Helsinki.

Benar, Helsinki adalah salah satu tokoh utama dalam series asal Spanyol tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Helsinki diperankan oleh Mirko Dragic dengan postur tubuh tinggi, besar, dan keturunan Serbia.

Dia memiliki jiwa patriot seperti prajurit perang, pantang mundur jika tak ada perintah atasan.

Bukan hanya jiwa patriot, tetapi juga kesetiaannya terhadap rekan-rekannya. Dia juga tidak banyak bertanya ketika Profesor memberikan tugas.

Helsinki adalah salah satu orang yang sangat percaya dengan Profesor, pemimpinnya.

Helsinki mampu berpikir logis dan mengesampingkan egonya untuk tujuan utama tim kendati dia harus kehilangan sepupunya, Oslo.

Karakter-karakter Helsinki sangat dibutuhkan dalam ajang Piala Sudirman 2021. Sebab, turnamen tersebut berbeda dengan yang lain.

Ketika turnamen BWF lain seperti Kejuaraan Dunia, Indonesia Open, World Tour Finals, dll, sering menunjukkan prestasi tunggal dan ganda, Piala Sudirman mengutamakan prestasi satu tim secara keseluruhan.

Seperti diketahui, pemenang dalam Piala Sudirman harus mengemas tiga kemenangan lewat tiga sektor berbeda.

Artinya, satu kekalahan ataupun kemenangan pada suatu sektor sangat berpengaruh dalam hasil akhir sebuah pertandingan antara dua tim.

Kemenangan suatu negara dalam Piala Sudirman tidak memunculkan sosok bintang, melainkan kemenangan bersama.

Setiap wakil yang dipercaya untuk tampil di sektornya, harus mampu menjawab sekaligus memberikan kepercayaan kepada wakil lainnya.

Satu kekalahan pada salah satu sektor harus dibayar, kemenangan tentu wajib dilanjutkan.

Sebanyak 20 atlet yang terbang ke Finlandia untuk berpartisipasi pada Piala Sudirman juga harus memiliki jiwa patriot.

Mereka mengemban nama Indonesia, bendera merah putih berada dalam dada Kevin Sanjaya Sukamuljo cs.

#Kisah #Tokoh #Helsinki #dan #Perjuangan #Atlet #Indonesia #Piala #Sudirman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts