Termasuk Eko Yuli Irawan, Inilah 4 Atlet Pencetak Sejarah di Olimpiade Tokyo 2020

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Olimpiade Tokyo 2020 secara resmi dimulai pada Jumat (23/7/2021). Hingga hari kelima penyelenggaraan, telah ada sejumlah atlet yang mampu mencetak sejarah, salah satunya adalah Eko Yuli Irawan.

Read More

Eko Yuli Irawan menjadi salah satu atlet yang mengukir sejarah pada Olimpiade Tokyo 2020.

Keberhasilan Eko Yuli meraih medali perak angkat besi putra kelas 61 kg membuatnya menorehkan catatan bersejarah.

Eko Yuli Irawan menjadi atlet Indonesia pertama yang mampu memenangi empat medali Olimpiade.

Namun, Eko Yuli bukan satu-satunya atlet yang berhasil mencatatkan namanya ke dalam buku sejarah.

Hingga hari kelima penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020, setidaknya ada empat atlet yang berhasil mencetak sejarah.

Berikut KOMPAS.com merangkum empat atlet yang mengukir sejarah pada Olimpiade Tokyo 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Eko Yuli Irawan

Eko Yuli Irawan menjadi penyumbang medali kedua bagi Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020. Turun di nomor angkat besi 61 kg putra, Eko berhasil merebut medali perak.

Bertempat di Tokyo International Forum, Minggu (25/7/2021) sore WIB, Eko Yuli Irawan sukses mengumpulkan total angkatan 302 kg (snatch 137 kg dan clean and jerk 165 kg).

Tak hanya mempersembahkan medali perak bagi Indonesia, hasil tersebut juga membuat Eko Yuli mengukir catatan istimewa.

Lifter berusia 31 tahun itu menjadi atlet Indonesia pertama yang mampu meraih medali dalam empat edisi Olimpiade.

Sebelum Tokyo 2020, Eko Yuli sukses meraih medali medali perunggu kelas 56 kg pada Olimpiade Beijing 2008 dan kelas 62 kg di London 2012. Kemudian pada Olimpiade Rio 2016, ia sukses meraih perak.

2. Formiga

Pesepak bola putri Brasil, Miraildes Maciel Mota alias Formiga, mencatatkan namanya ke dalam buku sejarah ketika tampil selama 72 menit pada laga pembuka Grup F sepak bola wanita Olimpiade Tokyo 2020 kontra China.

Formiga yang kini berusia 43 tahun tercatat sebagai pesepak bola wanita pertama yang tampil pada tujuh Olimpiade.

Debut Formiga bersama timnas Brasil di Olimpiade terjadi pada Olimpiade Atlanta 1996.

Sementara itu, rekan setim Formiga yakni Marta mencetak rekor selalu mencetak gol dalam lima edisi Olimpiade.

Skateboarding menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) baru di Olimpiade Tokyo 2020. Pada cabor ini, sejarah tercipta atas nama Momiji Nishiya, skater belia wakil tuan rumah Jepang.

Momiji Nishiya yang baru berusia 13 tahun berhasil meraih medali emas di kategori putri. Sementara itu, rekan senegaranya yakni Yuto Horigome (22) merebut emas kategori putra.

Pada usia 13 tahun 330 hari, Nishiya menjadi peraih medali emas Olimpiade individu termuda dalam 85 tahun terakhir.

Adapun, rekor peraih medali emas termuda dalam sejarah Olimpiade dipegang oleh atlet loncat indah Amerika Serikat, Marjorie Gestring (13 tahun 268 hari), pada Olimpiade Berlin 1936.

Lifter Filipina, Hidilyn Diaz, berhasil meraih emas di kelas 55 kg angkat besi putri Olimpiade Tokyo 2020.

Tampil di Tokyo International Forum, venue angkat besi Olimpiade Tokyo, pada Senin (26/7/2021) malam WIB, Hidilyn Diaz berhasil menorehkan total angkatan 224 kg.

Hidilyn Diaz mengukir raihan tersebut setelah berhasil mencatatkan 97 kg di angkatan snatch dan 127 kg di angkatan clean and jerk.

Setelah meraih medali emas Olimpiade Tokyo, Hidilyn Diaz masuk dalam buku sejarah.

Hidilyn Diaz menjadi peraih medali emas Olimpiade pertama dalam sejarah keikutsertaan Filipina di perhelatan multi-ajang empat tahunan tersebut.


#Termasuk #Eko #Yuli #Irawan #Inilah #Atlet #Pencetak #Sejarah #Olimpiade #Tokyo #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts