Soeratin Sosrosoegondo, Pendiri Sekaligus Ketua Umum Pertama PSSI

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terbentuk pada 19 April 1930 setelah tokoh-tokoh dari sejumlah organisasi sepak bola Tanah Air berkumpul di Yogyakarta.

Read More

Organisasi itu adalah Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ), Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB), Persatuan Sepak Bola Mataram Yogyakarta (PSM), Vortendlandsche Voetbal Bond Solo (VVB), Madionsche Voetbal Bond (MVB), Indonesische Voetbal Magelang (IVBM), dan Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB)

Tahukah Anda, siapa pendiri sekaligus ketua umum PSSI yang pertama?

Pendiri sekaligus ketua umm PSSI yang pertama adalah Soeratin Sosrosoegondo.

Soeratin Sosrosoegondo merupakan tokoh pendiri dari PSSI.

Selain sebagai tokoh pendiri, Soeratin juga menjadi ketua umum pertama PSSI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pria kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1898 itu menjabat sebagai ketua umum PSSI selama 10 tahun, sejak 1930-1940.

Dikutip dari situs resmi PSSI, Soeratin merupakan seorang insinyur sipil lulusan Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Soeratin kembali ke Tanah Air dan bekerja di perusahaan kontruksi terkemuka milik Belanda yang berpusat di Yogyakarta.

Akan tetapi, Soeratin tak lama bekerja di perusahaan milik Belanda tersebut.

Ia memilih mundur untuk merintis pendirian organisasi sepak bola Indonesia, dan melakukan pertemuan dengan tokoh sepak bola pribumi di Solo, Yogyakarta, Magelang, Jakarta dan Bandung.

Pertemuan tersebut dilakukan dengan kontak pribadi guna menghindari sergapan Polisi Belanda (PID).

Setelah mengadakan pertemuan dan pematangan gagasan untuk mendirikan organisasi persepakbolaan kebangasaan, terbentuklah PSSI pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta.

Ketika itu, PSSI merupakan singkatan dari Persatoean Sepak Raga Seloroeh Indonesia.

Hingga kemudian Persatoean Sepak Raga Seloroeh Indonesia lalu diubah dalam Kongres PSSI di Solo pada tahun 1930 menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

Akhir hidup Soeratin Sosrosoegondo

Dilansir BolaSport.com, Soeratin juga aktif dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan pangkat Letnan Kolonel.

Setelah kemerdekaan Soeratin bekerja dan jadi salah seorang pimpinan Djawatan Kereta Api (DKA).

Kehidupannya kala itu memprihatinkan karena kesulitan ekonomi dan sakit dalam waktu yang lama.

Sampai akhirnya Soeratin menghembuskan nafas terakhir pada 1 Desember 1959 karena tidak mampu menebus obat sakitnya.

Meninggalnya sosok Soeratin telah meninggalkan organisasi PSSI yang amat ia cintai.

Sebagai seorang yang memiliki jasa dalam terbentuknya PSSI, nama Soeratin hingga saat ini masih dikenang dalam dunia persebakbolaan nasional, yakni dijadikan nama trofi dalam kompetisi bola junior nasional.

PSSI selalu memperingati jasa pendirinya dengan rutin mengadakan turnamen dibawah umur 18 tahun yakni Piala Soeratin sejak tahun 1965 sampai sekarang.

#Soeratin #Sosrosoegondo #Pendiri #Sekaligus #Ketua #Umum #Pertama #PSSI #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts