Apa Itu Diving dalam Sepak Bola?

  • Whatsapp

KOMPAS.com – Sebelum kehadiran Video Assistant Referee atau VAR, aksi pemain melakukan diving kerap terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola. Apa sebenarnya arti diving dalam sepak bola?

Read More

Berbicara soal aksi diving di lapangan hijau, ada satu sosok yang dianggap sebagai “Bapak Diving” dalam sepak bola.

Sosok yang dimaksud adalah striker legendaris timnas Jerman yang ikut membawa Der Panzer menjuarai Piala Dunia 1990 dan Euro 1996, Juergen Klinsmann.

Awal mula Klinsmann mendapat julukan Bapak Diving adalah pada pertandingan final Piala Dunia 1990 di Italia yang mempertemukan Argentina dengan Jerman (waktu itu masih bernama Jerman Barat).

Pada laga final yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, Jerman dibuat kesulitan berkat penampilan solid Argentina hampir sepanjang laga.

Hingga pertandingan berjalan 80 menit, Jerman yang dipimpin oleh duet Juergen Klinsmann dan Rudi Voeller di lini depan gagal menembus pertahanan kokoh Argentina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam situasi genting, Klinsmann melakukan sebuah aksi teatrikal yang menghadirkan keuntungan bagi timnya.

Pada saat Jerman coba melakukan serangan, Klinsmann mendapatkan bola di sisi kiri pertahanan Argentina. Ketika berusaha menggiring bola mendekati kotak penalti lawan, Klinsmann mendapat adangan dari bek Argentina, Pedro Monzon.

Ketika Monzon melancarkan tekel, Klinsmann melakukan sebuah trik cerdik atau lebih tepatnya licik.

Saat Monzon mengayunkan kaki cukup tinggi, Klinsmann tiba-tiba menjatuhkan diri, berteriak kesakitan, lalu berguling-guling di lapangan.

Padahal dalam tayangan ulang, tampak bahwa Klinsmann melompat lebih dulu ketika Monzon mengayunkan kakinya.

Wasit Edgardo Codesal asal Meksiko yang memimpin jalannya laga pun mengganjar Monzon dengan kartu merah. Kartu merah Pedro Monzon membuat Jerman unggul jumlah pemain.

Jerman akhirnya bisa memenangi pertandingan melalui gol penalti Andreas Brehme pada menit ke-85.

Dari kejadian pada final Piala Dunia 1990 itulah, sebutan “Bapak Diving” melekat kepada Juergen Klinsmann.

Meski tidak jelas siapa yang pertama kali menciptakan teknik diving, Klinsmann dianggap sebagai orang yang memopulerkannya karena berpura-pura terjatuh saat ditekel oleh Pedro Monzon.

Pengertian Diving

Secara harfiah, “diving” yang merupakan kata dalam bahasa Inggris memiliki makna menyelam.

Menurut Glosarium.org, diving dalam sepak bola diartikan sebagai tindakan pemain yang sengaja beraksi seperti terjatuh dan kesakitan setelah menerima perlakuan pemain lawan.

Diving biasa dilakukan agar pemain dan timnya mendapatkan keuntungan berupa tendangan bebas, tendangan penalti, bahkan dikeluarkannya pemain lawan yang dianggap mengasari pemain yang melakukan diving.

Sementara itu, FIFA selaku otoritas sepak bola dunia mendeskripsikan diving sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh seorang pemain untuk mendapat keuntungan secara curang dengan menjatuhkan diri ke tanah lalu menunjukkan ekspresi kesakitan agar pemain atau tim lawan terkena hukuman.

Dalam pertandingan sepak bola, diving adalah hal terlarang. FIFA pun secara tegas menyampaikan bahwa pemain yang melakukan diving atau mencoba menipu wasit akan diganjar hukuman kartu kuning.

“Setiap tindakan simulasi di mana saja di lapangan, yang dimaksudkan untuk menipu wasit, harus dikenakan sanksi sebagai tindakan tidak sportif,” bunyi peraturan FIFA dalam Laws of the Game.

Pada era masa kini, aksi diving alias tipu-tipu masih sering dilakukan oleh para pemain di lapangan.

Namun, sejak adanya VAR yang diperkenalkan pada 2016, aksi diving di lapangan mulai berkurang. Sebab, kini segala bentuk kecurangan di atas lapangan tidak bisa luput dari pengawasan wasit.

#Apa #Itu #Diving #dalam #Sepak #Bola #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts