Stop Ekspor Nikel Mentah, Jokowi: Ini Namanya Transformasi Ekonomi

  • Whatsapp
eskpor nikel mentah
Presiden RI, Joko Widodo.

Sumber daya alam di Indonesia sangatlah melimpah. Namun sayangnya, sumber daya alam seperti nikel, dikirim secara mentah-mentah ke pasar ekspor. Dan kesabaran Presiden RI, Joko Widodo sudah habis kala melihat Indonesia yang masih mengekspor bahan mentah ke luar negeri. Dalam acara Rapat Pimpinan Nasional TNI-Polri pada Selasa (1/3) kemarin, ia kembali menegaskan bahwa Indonesia harus setop ekspor mineral mentah.

“Sejak zaman VOC, 400 tahun lalu kita mengirim bahan mentah, yang kita kirim bahan mentah sampai sekarang juga mentah. Itu kita harus setop, setop, setop,” tegas Jokowi dengan nada yang sedikit meninggi.

Read More

Dan hasilnya, meski sempat mendapat gugatan dari negara global karena menghentikan ekspor salah satu mineral yaitu nikel mentah, namun Indonesia tetap pada rencana untuk memberikan nilai tambah ke produk sumber daya alam Tanah Air.

“Kita sudah 400 tahun lebih tidak memiliki keberanian untuk melangkah ke sana, ini yang namanya transformasi ekonomi,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menuturkan bila Indonesia tidak berani mencoba stop ekspor mineral mentah dan malah menjadi takut ketika kebijakan ini digugat Uni Eropa di WTO, maka sampai kapan pun, yang dikirimkan Indonesia hanya bahan mentah dan negara tidak mendapatkan apa-apa.

Dan untuk persoalan gugatan Uni Eropa ke WTO, Panglima Tertinggi Republik Indonesia itu mengaku tak mempermasalahkan keputusan tersebut. Dirinya pernah secara tegas menjelaskan ke negara global, bahwa negara-negara tersebut tetap bisa mendapatkan nikel di Indonesia dengan syarat membawa pabrik dan teknologi serta membangun industrinya terlebih dahulu di Indonesia.

Presiden Sebut RI Tak Dapat Apa-apa dari Ekspor Nikel Mentah

Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa ekspor mineral mentah pun tidak memberikan apapun ke perekonomian Indonesia.

“Baik itu nikel, tembaga, komoditas perkebunan, enggak. Kita enggak dapat apa-apa. Kita harus mendapatkan nilai tambah,” jelas Presiden Jokowi.

Bentuk nilai tambah yang ia inginkan adalah terbukanya lapangan pekerjaan secara besar-besaran di sektor industri Indonesia, meningkatkan pembayaran pajak, pembayaran bea keluar, pembayaran PPN dan PNBP yang ada di Indonesia.

Setelah nikel, Jokowi juga berencana untuk menghentikan ekspor bauksit, tembaga hingga emas. Kala itu, batu bara sudah pernah di setop ekspor di awal tahun 2022.

 

Related posts