Wagub DKI Jakarta Beberkan Penyebab Proyek Normalisasi Sungai Mandek

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, alasan pembebasan lahan proyek normalisasi mandek karena masalah tanah di bantaran sungai yang akan dinormalisasi.

Dia menyebut, Pemprov DKI Jakarta harus berhati-hati karena pembebasan tanah sering menjadi masalah di kemudian hari.

“Pembebasan (lahan) itu bukan batal tapi tertunda karena masalah tanah, ini harus lebih teliti,” kata Riza saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/1/2022) malam.

Riza mengatakan, Pemprov DKI harus menelusuri sertifikat tanah, asal usul dan tahapan lainnya yang harus dipenuhi, sehingga ketika dilakukan pembayaran ganti rugi sudah sesuai dengan aturan yang ada.

“Sampai semuanya clear and clean baru kita bayarkan (ganti rugi),” kata Riza.

Riza juga menyebut, program normalisasi sudah disepakati oleh pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta.

Tugas pemerintah pusat adalah membangun normalisasi, sedangkan Pemprov DKI Jakarta ditugaskan untuk melakukan pembebasan lahan.

“Pada prinsipnya program pengendalian banjir terus diupayakan bersama oleh pemerintah daerah juga dengan dukungan pemerintah pusat,” kata Riza.

Meski mandek selama empat tahun, Riza menuturkan bukan berarti Pemprov DKI abai dengan penanganan banjir.

Sudah banyak program selain normalisasi dijalankan, beberapa di antaranya pengerukan waduk dan sungai dan perbaikan sistem polder.

“Sekarang kita membuat waduk situ embung polder, insyaAllah di tahun 2022 akan banyak sekali program-program yang kita buat seperti waduk polder dan perbaikan,” kata Riza.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Wagub #DKI #Jakarta #Beberkan #Penyebab #Proyek #Normalisasi #Sungai #Mandek #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts