Hibah Rp 900 Juta untuk Yayasan Wakil Ketua DPRD, Wagub DKI: Tujuannya Pasti Baik

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Yayasan Bunda Pintar Indonesia (BPI) yang berafiliasi dengan Zita Anjani, yang menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, dianggarkan mendapat hibah Rp 900 juta.

Read More

Hingga saat ini, Zita, yang merupakan anak Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, belum merespons permintaan wawancara wartawan.

Begitu pun para pejabat di Dinas Sosial DKI Jakarta dan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Iman Satria.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, meminta semua pihak menahan diri.

“Jangan kita mendahului, karena semua pasti punya tujuan yang baik dan punya dasar yang baik,” kata Riza ketika dikonfirmasi soal potensi penyalahgunaan wewenang dalam kasus dana hibah ini, Jumat (19/11/2021).

“Dinas terkait mengusulkan program apa pun punya alasan dan dasar. Tidak mungkin ya tidak alasan, apalagi tidak punya aspek legal, tidak mungkin, pasti ada aspek legalitasnya dan ada dasarnya,” tutur politikus Gerindra itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritik rencana anggaran hibah Rp 900 juta untuk Yayasan BPI ini.

Formappi menilai, pemberian dana hibah semacam ini rawan potensi penyalahgunaan.

“Apalagi kalau sudah langsung disebutkan hibah itu mau diberikan kepada perkumpulan atau lembaga tertentu. Lebih parah lagi kalau yayasan yang menjadi penerima hibah dari APBD itu justru perkumpulan yang dibina oleh anggota DPRD sendiri,” jelas peneliti Formappi, Lucius Karus, kepada Kompas.com pada Jumat (19/11/2021).

Menurutnya, potensi penyalahgunaan kekuasaan sekaligus keuangan daerah juga jadi sangat besar jika penentuan penerima hibah itu adalah perkumpulan yang terkait langsung dengan Wakil Ketua DPRD.

“Saya kira perlu ditelusuri potensi konflik kepentingan di balik usulan dana hibah dalam RAPBD yang akan diberikan kepada perkumpulan yang dibina Zita yang adalah seorang Wakil Ketua DPRD sendiri,” jelas Lucius.

Humas perkumpulan Bunda Pintar Indonesia (BPI) Dewi Yuniastuti mengakui bahwa perkumpulan BPI pernah berperan aktif mendukung Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani saat maju menjadi calon legislatif 2019.

“Kami perkumpulan guru PAUD, terus (bergerak) yuk kita dukung Bunda Zita (menjadi anggota Dewan), pada saat itu Bu Zita hanya pembina saja,” kata Dewi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (19/11/2021)

Setelah mendapatkan kursi DPRD, Zita disebut memutuskan berhenti dari kepengurusan perkumpulan BPI.

Namun demikian, di laman Facebook Bunda Pintar Indonesia menyebutkan bahwa Zita masih sebagai Pembina BPI per 22 November 2019 atau setelah Zita duduk di Kebon Sirih.

Wajahnya masih rutin menghiasi poster kegiatan yayasan tersebut hingga poster terakhir per 29 Maret 2021 menyebutkan Zita sebagai Penasihat BPI.

Dewi mengonfirmasi bahwa hampir 2 tahun belakangan, kegiatan Yayasan BPI vakum karena pandemi Covid-19.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Hibah #Juta #untuk #Yayasan #Wakil #Ketua #DPRD #Wagub #DKI #Tujuannya #Pasti #Baik #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts