Facebook dan Instagram Larang Jualan Ikan Hias, Pedagang Johar Baru Kebingungan

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Kelompok Pedagang Ikan Hias Johar Baru, Jakarta Pusat, mengaku bingung dan keberatan jika tak lagi diperbolehkan berdagang ikan melalui sosial media (medsos) Facebook dan Instagram.

Read More

“Terus terang ini memberatkan para penjual ikan hias online. Karena kita selama ini, semua dagang di situ,” ujar Ketua Kelompok Pedagang Ikan Hias Johar Baru, Adi Syaiful Bachri saat dihubungi, Sabtu (13/11/2021).

Adapun, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta para penjual ikan hias di laman Facebook dan Instagram berpindah ke platform-platform khusus penjual ikan hias.

Pasalnya, ada ketentuan dari kedua raksasa medsos tersebut untuk tidak memperjualbelikan ikan maupun hewan peliharaan apapun. Imbauan KKP ini termuat dalam surat Nomor B.5985/DJPDSPKP.4/TU.210/XI/2021 tanggal 2 November 2021.

Adi melanjutkan, para pedagang ikan hias sudah sangat bergantung dengan kedua medsos tersebut, khususnya selama Covid-19 menyerang sejak tahun lalu.

“Dagang online itu keuntungannya dua kali lipat dibandingkan offline. Karena PPKM begini, orang jarang keluar. Dan kami berdagang sebagian besar di Facebook dan Instagram,” jelas Adi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi di Facebook, tak hanya berdagang, kegiatan lelang ikan hias pun sudah rutin dilakukan para pedagang melalui forum di Facebook.

Lanjut Adi, para pedagang ikan Johar Baru sudah banyak memiliki pelanggan dan cukup membuat nama di kedua platform tersebut di kalangan pecinta ikan hias.

“Kebetulan, kami juga ada Facebook jual beli ikan pedagang ikan hias Johar Baru. Kalau orang klik nama itu, sudah pasti kita semua pedagang ada di situ. Sekali share ikan, sudah banyak yang lihat, ‘wah ikan ini bagus’, banyak yang merespon,” ujar Adi.

Jika harus tutup lapak, Adi mengaku berat karena kepopuleran lapak mereka di kalangan pecinta ikan hias harus dimulai dari nol lagi.

“Karena kita punya pelanggan masing-masing juga. Kalau dipindahin, kalau memang tidak boleh di Facebook dan Instagram, ya mungkin enggak maslah. Tapi kan proses (merintis) akan lama lagi ya,” keluh dia.

Ia pun berharap, jika memungkinkan untuk para pedagang tetap diizinkan berdagang di kedua platform raksasa tersebut.

“Harapannya, kalau bisa jangan, kalau bisa diperbolehkan saja di platform yang sudah ada. Kan kita rezekinya di situ, ” tutup dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#Facebook #dan #Instagram #Larang #Jualan #Ikan #Hias #Pedagang #Johar #Baru #Kebingungan #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts