PB IDI: “Testing” dan “Tracing” Covid-19 di Indonesia Masih Jadi Perhatian Ahli Kesehatan

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Mahendra Paranadipa mengatakan, jumlah pemeriksaan atau testing Covid-19 Indonesia masih jadi perhatian para ahli kesehatan.

Read More

“Beberapa pakar masih memberikan catatan terkait dengan kapasitas 3T kita ya terkait dengan tracing, testing, dan treatment kita, terutama di testing dan tracing kita yang masih memang belum mencapai standar WHO,” kata Mahendra dalam diskusi daring, Selasa (12/10/2021).

Adapun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar pemeriksaan Covid-19 sebanyak 1:1.000 penduduk per pekan.

Jika dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta, pemeriksaan seharusnya 270.000 orang per hari. 

Menurut Mahendra, jumlah testing Covid-19 di Indonesia harus menjadi catatan semua pihak, khususnya kepala daerah yang sudah bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri.

Ia pun berharap, setiap daerah, terutama yang sudah bisa melakukan pemeriksaan Covid-19 secara mandiri bisa mengejar ketertinggalannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Daerah yang sudah mampu melakukan pemeriksaan secara mandiri ini diharapkan memang sesuai dengan standar WHO,” ujar dia.

Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, strategi deteksi Covid-19 melalui testing dan pelacakan kontak erat (tracing) akan terus ditingkatkan pemerintah bersama TNI-Polri.

Budi mengatakan, dari segi testing, Indonesia sudah mencapai 1,1 juta orang yang dites per pekan.

“Sekarang kita positivity rate di bawah 5 persen, kita sudah 1,1 juta orang per minggu, sudah hampir 4 kali lipat dari standarnya WHO,” kata Budi dalam konferensi pers secara virtual terkait perpanjangan PPKM Level 2-4, Senin (20/9/2021).

Budi mengatakan, tracing yang dilakukan TNI-Polri juga semakin meningkat baik di Pulau Jawa-Bali dan di daerah lainnya.

Saat ini, kata dia, satu kasus konfirmasi positif Covid-19 sudah ditemukan 10 kontak erat dan mereka yang menjadi kontak erat harus melakukan pemeriksaan (testing) Covid-19.

“Harus dites dan sampai sekarang baru 50 persen yang dites dan orang yang dites kalau positif harus diisolasi terpusat,” ujar dia.

Budi mengatakan, mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 masih banyak yang merasa takut untuk dites.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak perlu takut dites Covid-19 hanya karena khawatir ketahuan sakit.

“Saya bilang lebih baik ketahuan (positif Covid-19), enggak apa-apa juga kok, penyakit ini kan 80 persen enggak perlu masuk rumah sakit, yang masuk rumah sakit mungkin hampir 80-90 persennya sembuh,” ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

#IDI #Testing #dan #Tracing #Covid19 #Indonesia #Masih #Jadi #Perhatian #Ahli #Kesehatan

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts