Masih Tingginya Kasus Positif dan Kematian akibat Penularan Covid-19

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 sudah melanda Indonesia selama lebih dari 1,5 tahun. Namun, masyarakat yang terjangkit virus Corona masih terus bertambah.

Read More

Meski telah menunjukkan tren penurunan, ribuan orang masih terpapar virus corona setiap harinya. Penambahan kematian pasien Covid-19 pun masih mencapai ratusan jiwa.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Sabtu (4/9/2021) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan pasien positif sebanyak 6.727 orang.

Dengan demikian, jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia kini mencapai 4.123.617 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret tahun lalu.

Kasus baru Covid-19 itu tersebar di 34 provinsi. Lima provinsi dengan penambahan tertinggi yakni Jawa Timur 614 kasus baru.

Kemudian, Jawa Barat 545 kasus baru, Sumatera Utara 520 kasus baru, Jawa Tengah 512 kasus baru, DKI Jakarta 360 kasus baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah juga mencatat kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 160.699 dan suspek Covid-19 sebanyak 259.246 orang. Kasus aktif adalah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.

Data yang sama juga menunjukkan penambahan pasien sembuh sebanyak 13.806 orang. Sehingga, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 total berjumlah 3.827.449 orang.

Kendati demikian, jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 masih terus bertambah.

Pada periode 3-4 September tercatat ada penambahan pasien meninggal 539 orang. Dengan begitu, total kasus kematian akibat Covid-19 kini ada 135.469 orang.

Di samping itu, pemerintah juga mencatat ada 259.246 kasus suspek terkait Covid-19 di Tanah Air.

Kasus masih tinggi

Meski situasi pandemi di Indonedia sudah menunjukkan penurunan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap penularan virus corona.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan, kasus virus corona masih tergolong tinggi.

“Meskipun sudah mengalami penurunan, kasus di bulan ini masih dua kali lipat dari saat lonjakan pertama atau pada bulan Januari lalu,” kata Wiku, dalam konferensi pers melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (2/9/2021).

Wiku mengatakan, penurunan kasus Covid-19 terjadi sepanjang Agustus 2021. Jika dibandingkan dengan puncak kasus yang terjadi pada 15 Juli, kasus nasional pada 29 Agustus menurun hingga 86,9 persen.

Pada bulan Agustus total terdapat 664.829 kasus Covid-19 atau turun sebesar 49 persen dari bulan sebelumnya. Pada bulan Juli, kasus Covid-19 mencapai yang tertinggi yakni hingga 1.225.765 kasus.

“Tentunya kemampuan untuk menekan kasus hampir setengah dari sebelumnya dalam jangka waktu satu bulan adalah perkembangan yang baik,” ujar Wiku.

Penurunan kasus Covid-19 harian selama bulan Agustus diikuti dengan menurunnya kasus aktif. Diketahui, kasus aktif Covid-19 di akhir Agustus sebanyak 196.281 atau 4,8 persen.

Sementara, pada bulan Juli kasus aktif mencapai lebih dari 500.000 atau 16 persen. Angka kesembuhan juga mengalami peningkatan.

Pada bulan Agustus, pasien sembuh mencapai 942.281 orang, sedangkan pada bulan Juli 896.501 orang.

Kendati demikian, Wiku meminta seluruh pihak tetap waspada dan tidak cepat berpuas diri.

Wiku menyebutkan, Covid-19 harus bisa diturunkan hingga ke bawah puncak kasus pertama atau Januari 2021 atau tidak lebih dari 331.052 kasus. Dengan begitu, diharapkan angka kematian juga bisa ditekan.

“Kenaikan kasus harus tetap diantisipasi mengingat saat ini sudah mulai duluan pembukaan aktivitas sosial ekonomi secara bertahap,” kata dia.

Wiku juga mengingatkan, jumlah pasien virus corona yang meninggal dunia masih mengalami lonjakan. Angka kematian di bulan Juli sebesar 34.394 jiwa, sedangkan di bulan Agustus meningkat menjadi 37.330 jiwa.

“Ternyata kematian di Agustus kemarin bahkan masih lebih tinggi dibandingkan Juli,”┬ákata Wiku.

Ada 11 provinsi yang masih mengalami kenaikan kasus positif pada Agustus 2021. Seluruh provinsi tersebut berada di luar Jawa.

Kesebelas provinsi tersebut yakni, Aceh naik 152 persen, Sulawesi Tengah naik 111 persen, Gorontalo naik 57 persen, dan Kalimantan Selatan naik 47 persen.

Kalimantan Utara naik 24 persen, Sulawesi Barat naik 24 persen, Bali naik 15 persen, Bangka Belitung naik 10 persen, Sulawesi Selatan naik 5 persen, serta Jambi naik 5 persen.

Oleh karenanya, Wiku meminta pemerintah daerah fokus menurunkan angka kematian pasien. Ia menuturkan, masih tingginya angka kematian saat ini bisa disebabkan berbagai hal.

Bisa karena tingkat keterisian rumah sakit yang penuh, alat kesehatan yang dibutuhkan tidak tersedia di rumah sakit rujukan, tidak ada tempat isolasi terpusat atau adanya isolasi terpusat yang tidak dimanfaatkan dengan baik.

Atau, juga bisa dikarenakan penanganan tidak dilakukan sesegera mungkin karena tidak berjalannya fungsi posko atau satgas desa atau kelurahan.

“Dalam hal penanganan di tingkat daerah, pemda diwajibkan tidak hanya memahami satu data saja. Namun juga wajib mengaitkan satu data dengan lainnya, agar dapat diidentifikasi masalah yang sebenarnya,” kata Wiku.

#Masih #Tingginya #Kasus #Positif #dan #Kematian #akibat #Penularan #Covid19 #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts