PPKM Level 4 di Tangsel: Kasus Covid-19 Harian Masih Melonjak

  • Whatsapp

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di wilayah Tangerang Selatan diperpanjang hingga Senin (2/8/2021).

Read More

Pengetatan pembatasan tersebut dimaksudkan untuk menekan angka penularan Covid-19.

Namun, sejak diberlakukan pada 3 Juli 2021, kasus Covid-19 masih belum menurun secara signifikan.

Bahkan, kasus Covid-19 harian di wilayah Tangerang Selatan justru beberapa kali mencatat penambahan angka tertinggi selama pandemi.

Dinas Kesehatan mencatat, terdapat 1.157 kasus baru Covid-19 pada Kamis (29/7/2021).

Angka itu melampaui penambahan tertinggi sebelumnya pada Jumat (23/7/2021), yakni 662 kasus baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejalan dengan itu, jumlah pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia oleh Dinas Kesehatan selama beberapa hari terakhir konsisten di atas angka lima orang per hari.

Adapun hingga Kamis (29/7/2021), tercatat ada 8.529 pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan atau sedang berjuang untuk sembuh.

Sementara itu, total pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 653 orang.

Berikut rekap data penambahan kasus positif harian dan pasien Covid-19 meninggal dunia di Tangerang Selatan selama PPKM Level 4 pada 3-29 Juli 2021:

3 Juli 2021 : Bertambah 101 kasus positif dan 5 pasien meninggal dunia.

4 Juli 2021 : Bertambah 124 kasus positif dan 6 pasien meninggal dunia.

5 Juli 2021 : Bertambah 100 kasus positif dan 8 pasien meninggal dunia.

6 Juli 2021 : Bertambah 159 kasus positif dan 8 pasien meninggal dunia.

7 Juli 2021 : Bertambah 162 kasus positif dan 4 pasien meninggal dunia.

8 Juli 2021 : Bertambah 121 kasus positif dan 6 pasien meninggal dunia.

9 Juli 2021 : Bertambah 99 kasus positif dan 8 pasien meninggal dunia.

10 Juli 2021 : Bertambah 71 kasus positif dan 2 pasien meninggal dunia.

11 Juli 2021 : Bertambah kasus 171 positif dan 5 pasien meninggal dunia.

12 Juli 2021 : Bertambah 113 kasus positif dan 5 pasien meninggal dunia.

13 Juli 2021 : Bertambah 572 kasus positif dan 7 pasien meninggal dunia.

14 Juli 2021 : Bertambah 215 kasus positif dan 5 pasien meninggal dunia.

15 Juli 2021 : Bertambah 546 kasus positif dan 8 pasien meninggal dunia.

16 Juli 2021 : Bertambah 599 kasus positif dan 11 pasien meninggal dunia.

17 Juli 2021 : Bertambah 551 kasus positif dan 12 pasien meninggal dunia.

18 Juli 2021 : Bertambah 581 kasus positif dan 11 pasien meninggal dunia.

19 Juli 2021 : Bertambah 610 kasus positif dan 11 pasien meninggal dunia.

20 Juli 2021 : Bertambah 379 kasus positif dan 11 pasien meninggal dunia.

21 Juli 2021 : Bertambah 391 kasus positif dan 11 pasien meninggal dunia.

22 Juli 2021 : Bertambah 527 kasus positif dan 13 pasien meninggal dunia.

23 Juli 2021 : Bertambah 622 kasus positif dan 12 pasien meninggal dunia.

24 Juli 2021 : Bertambah 286 kasus positif dan 11 pasien meninggal dunia.

25 Juli 2021 : Bertambah 142 kasus positif dan 10 pasien meninggal dunia.

26 Juli 2021 : Bertambah 278 kasus positif dan 8 pasien meninggal dunia.

27 Juli 2021 : Bertambah 436 kasus positif dan 8 pasien meninggal dunia.

28 Juli 2021 : Bertambah 606 kasus positif dan 7 pasien meninggal dunia.

29 Juli 2021 : Bertambah 1.157 kasus positif dan 5 pasien meninggal dunia.

Penambahan tempat tidur kian mendesak

Seiring dengan tingginya angka kasus aktif atau pasien Covid-19, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan masih di ambang batas.

Penambahan ruang perawatan untuk pasien Covid-19 kian mendesak.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya menyoroti masih tingginya tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah Tangerang Selatan.

Pasalnya, keterisian tempat tidur isolasi maupun intensive care unit (ICU) khusus pasien Covid-19 tak kunjung menurun, meski PPKM level 4 sudah diberlakukan.

“Saya memberi catatan khusus mengenai BOR. Bed occupancy rate-nya masih di atas 90 persen. Hal ini perlu diwaspadai,” ujar Tito.

Menurut Tito, tingginya BOR di Tangerang Selatan sudah dapat dipastikan membuat pasien Covid-19 sulit mendapatkan ruang perawatan.

“Karena kalau BOR di atas 90 persen, artinya masyarakat kesulitan untuk mendapatkan tempat perawatan,” kata Tito.

Untuk itu, dia meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera menambah tempat tidur khusus pasien Covid-19, baik di rumah sakit swasta maupun milik pemerintah.

Selain itu, kata Tito, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga harus menambah lagi tempat isolasi mandiri terpusat.

Tidak hanya mengandalkan satu pusat karantina yang kini sudah digunakan, yakni Rumah Lawan Covid-19.

Menurut Tito, Pemkot Tangsel seharusnya bisa membangun tempat isolasi mandiri terpusat di tingkat kecamatan, atau bahkan kelurahan.

“Memperbanyak tempat isolasi mandiri terpusat. Isolasi mandiri terpusat di tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan. Paling tidak sampai situ. Syukur kalau bisa sampai ke tingkat kampung,” ujar Tito.

Dengan begitu, pasien Covid-19 yang belum mengalami gejala berat bisa menjalani perawatan sementara dengan pengawasan tenaga kesehatan di pusat karantina tersebut.

“Jadi bagi masyarakat yang positif belum berat bisa dirawat di sana, tidak langsung masuk ke tempat perawatan Covid-19. Perawatan Covid-19 untuk mereka yang sudah enam hari gejalanya tidak turun-turun,” kata Tito.

#PPKM #Level #Tangsel #Kasus #Covid19 #Harian #Masih #Melonjak #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts