Apa yang Perlu Diperhatikan Pasien Covid-19 Saat Isolasi Mandiri?

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menganjurkan pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG dan bergejala ringan melakukan isolasi mandiri.

Read More

Namun, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat melakukan isolasi mandiri.

“Perlu ditekankan bahwa syarat kasus positif yang dapat melakukan isolasi mandiri ialah jika tidak ada fasilitas isolasi terpusat terdekat yang tersedia,” kata Wiku dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (15/7/2021).

Saat melakukan isolasi mandiri, pasien harus menyiapkan stok obat-obatan dasar, seperti vitamin C, D, ZN atau zinc, atau jenis obat-obatan lain sesuai dengan anjuran dokter.

Kedua, mempersiapkan alat-alat kesehatan dasar seperti termometer atau pengukur suhu, dan oximeter atau pengukur saturasi oksigen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, masker dan cairan disinfektan yang dapat terbuat dari air dengan sabun atau deterjen dalam jumlah yang cukup.

Selain itu, rumah sebagai tempat isolasi mandiri juga harus terdapat ruangan terpisah yang tidak terakses oleh anggota keluarga lainnya.

“Kelima, mempersiapkan daftar kontak orang terdekat dan terpercaya maupun hotline penting untuk perbantuan saat darurat,” ujar Wiku.

Hal lain yang juga harus diperhatikan ialah menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan berolahraga 3 sampai 5 kali seminggu.

Kemudian, makan makanan bergizi seimbang, dan mencuci tangan sebelum serta sesudah beraktivitas.

Pengelolaan sampah dan limbah harian juga harus dilakukan dengan hati-hati oleh pendamping yang menggunakan APD.

Barang habis pakai disimpan dalam wadah tertutup, sedangkan barang tidak habis pakai dibersihkan terpisah dari barang yang digunakan anggota keluarga lainnya.

Selanjutnya, melakukan disinfeksi rutin, khususnya ke alat-alat rumah tangga yang sering disentuh seperti gagang pintu, keran, toilet, wastafel, sakelar, meja, atau kursi.

Wiku juga mengingatkan mengenai sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik, sehingga jendela kamar harus dibuka secara rutin.

Ia menganjurkan, sedapat mungkin pasien melakukan pencatatan mandiri terkait perkembangan gejala dan kondisi tubuhnya, seperti suhu tubuh, laju napas, maupun saturasi oksigen per harinya dengan alat kesehatan.

“Untuk memudahkan proses pencatatan yang akurat oleh petugas Puskesmas yang mengawasinya,” ujarnya.

Wiku menyebutkan, isolasi mandiri minimal dilakukan 10 hari untuk kasus tanpa gejala.

Sementara pasien dengan gejala ringan, isolasi mandiri dilakukan 10 hari plus 3 hari dalam keadaan tanpa gejala.

“Jika terjadi perburukan kondisi yang umumnya ditandai dengan gejala demam, batuk, kemudian sesak napas cepat dengan frekuensi lebih dari 30 kali per menit, maka segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas Puskesmas setempat,” kata Wiku.

#Apa #yang #Perlu #Diperhatikan #Pasien #Covid19 #Saat #Isolasi #Mandiri #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts