UPDATE 25 Juni: Kasus Aktif dan Pasien Meninggal Covid-19 Capai Angka Tertinggi Selama Pandemi

  • Whatsapp

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia hingga saat ini terus berupaya menekan laju penularan virus corona, di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 yang membuat kondisi pandemi memburuk.

Read More

Hingga saat ini, kasus harian Covid-19, angka kematian, dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit terus bertambah.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 hingga Jumat (25/6/2021) pukul 12.00 WIB menunjukkan, ada penambahan 18.872 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 2.072.867 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

 

Informasi ini disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 kepada wartawan pada Jumat sore. Data juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id.

Adapun kasus baru pasien konfirmasi positif Covid-19 tersebar di 33 provinsi. Dari data itu, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelima provinsi itu, yakni DKI Jakarta (6.934 kasus baru), Jawa Barat (3.846 kasus baru), Jawa Tengah (2.118 kasus baru), Jawa Timur (975 kasus baru), DI Yogyakarta (783 kasus baru).

Kasus baru periode kali ini diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 140.91595 spesimen dalam sehari.

Jumlah itu didapatkan dari pemeriksaan sebanyak 87.353 spesimen tes swab polymerase chain reaction (PCR), 478 spesimen tes cepat molekuler (TCM), serta 53.084 spesimen tes rapid antigen.

Pada periode yang sama, ada 95.451 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.

Sejauh ini pemerintah telah memeriksa 19.283.664 spesimen dari 12.864.479 orang yang diambil sampelnya.

Sebagai catatan, satu orang bisa diperiksa spesimennya lebih dari satu kali.

Data Satgas Covid-19 menunjukan bahwa 95.451 orang yang diambil sampelnya untuk pemeriksaan spesimen terdiri dari 50.573 orang menggunakan real time swab tes PCR dan 385 menggunakan TCM.

Lalu, ada 44.493 orang yang diambil sampelnya menggunakan tes antigen.

Hasilnya menunjukan sebanyak 18.872 orang diketahui positif virus corona. Jumlah itu didapatkan dari 18.220 hasil swab PCR, 223 dari TCM, dan 429 dari antigen.

Berdasarkan hasil tersebut maka positivity rate kasus positif Covid-19 harian adalah 19,77 persen.

Namun jika tanpa menggunakan hasil positif dari tes antigen, yaitu hanya menghitung dari metode swab PCR dan TCM, maka tingkat positivity rate menunjukan angka lebih tinggi yaitu mencapai 36,19 persen.

Pasien sembuh dan meninggal dunia

Selain itu, data yang sama menunjukkan bahwa ada penambahan pasien sembuh akibat Covid-19.

Dalam 24 jam terakhir, pasien yang sembuh setelah terinfeksi virus corona bertambah 8.557 orang.

Dengan demikian, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Indonesia hingga saat ini mencapai 1.835.061 orang.

Akan tetapi, jumlah pasien yang meninggal setelah terpapar Covid-19 juga terus bertambah.

Pada periode 24-25 Juni 2021, ada 422 pasien Covid-19 yang tutup usia. Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 56.371 orang sejak awal pandemi.

Adapun penambahan sebanyak 422 kasus pasien Covid-19 meninggal dunia tersebut tersebar di 27 provinsi.

Dari jumlah tersebut, Jawa Tengah merupakan provinsi yang paling banyak kasus kematiannya dalam 24 jam, yaitu 103 orang.

Kemudian disusul oleh Jawa Barat sebanyak 84 orang, DKI Jakarta 69 orang, dan Jawa Timur sebanyak 52 orang.

Berdasarkan data yang dilansir dari situs Covid-19.go.id, pasien meninggal dunia akibat Covid-19 lebih dari 400 orang tercatat pada 4 April yakni sebanyak 427 orang.

Sejak itu, angka kematian akibat Covid-19 mulai melandai. Tren peningkatan tampak sejak akhir Mei dan terus melonjak pada Juni.

Meskipun demikian, jumlah tertinggi pasien Covid-19 yang meninggal dunia tercatat terjadi pada 28 Januari 2021, yakni sebanyak 476 orang.

Dengan data tersebut, maka saat ini tercatat ada 181.435 kasus aktif Covid-19. Angka ini bertambah 9.893 kasus dibandingkan sehari sebelumnya.

Kasus aktif adalah pasien yang masih terkonfirmasi positif virus corona, dan menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Kasus aktif dihitung dari jumlah pasien positif Covid-19 dikurangi dengan jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh.

Jumlah kasus aktif Covid-19 berdasarkan data hari ini merupakan yang tertinggi selama pandemi berlangsung di Tanah Air.

Jumlah tertinggi sebelumnya tercatat dalam periode terburuk pandemi, usai libur akhir tahun, yaitu awal Februari 2021.

Saat itu, data 5 Februari mencatat ada 176.672 kasus aktif Covid-19. Kemudian, pada 6 Februari pemerintah mencatat ada 176.433 kasus aktif, disusul ada 176.291 kasus aktif pada 7 Februari.

Selain itu, pemerintah juga mencatat bahwa kini terdapat 127.422 orang yang berstatus suspek.

Perkembangan vaksinasi

Kendati demikian, hingga Jumat (25/6/2021), jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua mencapai 12.912.623 orang.

Adapun masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik, dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua.

Informasi tersebut disampaikan Satgas melalui laman www.kemkes.go.id yang dikutip Kompas.com, Jumat sore.

Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama yakni sebanyak 25.482.036 orang.

Hingga tahap kedua ini pemerintah menargetkan 40.349.049 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Cakupan vaksinasi tahap kedua baru mencapai 63,15 persen untuk dosis pertama dan 32,00 persen dosis kedua.

Vaksinasi tahap pertama yang menargetkan tenaga kesehatan cakupan sudah mencapai 105,07 persen untuk dosis pertama dan 96,03 persen untuk dosis kedua.

Adapun sasaran pada tahap pertama untuk tenaga kesehatan yakni sebanyak 1.468.764 orang.

Sebanyak 1.543.211 tenaga kesehatan sudah divaksinasi dosis pertama dan 1.410.448 telah disuntik dosis kedua.

Kemudian, sasaran pada tahap kedua untuk petugas publik ditargetkan sebanyak 17.327.167 orang.

Data pemerintah menunjukkan, 19.321.558 orang petugas publik sudah divaksinasi dosis pertama dan 8.799.473 orang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Sementara itu, sasaran vaksinasi untuk lansia sebanyak 21.553.118 orang. Hingga saat ini, sebanyak 4.491.314 orang lansia telah divaksinasi dosis pertama dan 2.658.959 lansia disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Pemerintah juga mendata ada 2.008.404 tenaga pendidik yang sudah divaksinasi dosis pertama dan 1.288.708 orang sudah divaksinasi dosis kedua.

Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari.

Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

Situasi extraordinary

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir. Jokowi menyebutkan, situasi pandemi yang terjadi saat ini masih extraordinary.

“Saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa pandemi (Covid-19) belum berakhir. Kita harus tetap waspada. Dan situasi (pandemi) yang kita hadapi masih dalam situasi extraordinary,” ujar Jokowi dalam sambutannya pada Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2020 yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/6/2021).

Oleh karenanya, lanjut mantan wali kota Solo itu, situasi ini harus direspons dengan kebijakan yang cepat dan tepat.

Kebijakan yang ditempuh membutuhkan kesamaan frekuensi dari seluruh lembaga negara serta pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Jokowi melanjutkan, sejak pandemi melanda Indonesia pada 2020 pemerintah telah menempuh langkah-langkah luar biasa.

Salah satunya mengubah APBN yang menyasar refocusing dan realokasi anggaran di seluruh jenjang pemerintahan.

“Selain itu, pemerintah memberi ruang relaksasi defisit APBN dapat diperlebar hingga di atas 3 persen selama 3 tahun,” ungkap Jokowi.

“Pelebaran defisit harus kita lakukan mengingat kebutuhan belanja negara semakin meningkat untuk penanganan kesehatan dan perekonomian saat pendapatan negara mengalami penurunan,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah mendorong agar berbagai lembaga negara melakukan sharing the pain atau menanggung beban bersama seperti burden sharing yang dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia.

Dengan berbagai respons kebijakan tersebut, kata Jokowi, pemerintah menangani peningkatan belanja kesehatan sekaligus menjaga ekonomi Indonesia dari berbagai tekanan.

“Meskipun kita sempat mengalami kontraksi yang dalam di kuartal kedua tahun 2020 yaitu -5,32 persen tapi kuartal berikutnya kita melewati rock bottom, ekonomi indonesia tumbuh membaik sampai kuartal I 2021 kita berada di – 0,74 persen,” tambahnya.

#UPDATE #Juni #Kasus #Aktif #dan #Pasien #Meninggal #Covid19 #Capai #Angka #Tertinggi #Selama #Pandemi #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts