Alasan Tesla Memilih Besi untuk Baterai Listrik

  • Whatsapp
tesla baterai listrik besi
tesla baterai listrik besi

Bukan Nikel, Tesla Menengok ke Besi. Apa yang Membuat Tesla Memilih Besi untuk Baterai Listrik?

“Nikel adalah kekhawatiran utama kami untuk meningkatkan produksi baterai lithium-ion. Karena itu, kami mengubah (baterai) ke katoda besi. Banyak besi (dan lithium)!”

Read More

Begitulah cuitan CEO Tesla Inc., Elon Musk melalui akun Twitter-nya pada Jumat (26/2/2021). Perusahaan otomotif ternama tersebut mulai menyadari bahwa komoditas nikel terbatas. Dari kekhawatiran inilah lahir jalan baru yang ditemukan oleh Tesla untuk baterai listrik yaitu bersumber dari besi. 

Pada umumnya, jenis baterai mobil listrik beragam, salah satunya yang selalu dibicarakan yaitu lithium-ion. Perlu diketahui, penggunaan lithium-ion ini juga digunakan sebagai baterai pada laptop dan handphone, lho. Untuk komponen campuran pada lithium-ion antara lain lithium, nikel, iron (besi), dan kobalt. 

Kekhawatiran Tesla akan nikel pada akhirnya membuat mereka akan mengalihkan sumber bahan baku baterai Mobil Listrik Tesla Model 3 Standard Range ke tipe baterai lain yaitu Lithium Iron Phosphate (LIFEPO4) atau lebih singkatnya dikenal sebagai LFP. Dilansir dari CNBC Indonesia, keunggulan LFP jika dibandingkan baterai lithium-ion jenis lainnya seperti Lithium Nickel Cobalt Aluminum Oxide (NCA) dan Lithium Nickel Manganese Cobalt Oxide (NMC) yaitu dapat dijual dengan harga yang lebih murah

Publik tahu bahwa Tesla memiliki ambisi yang sangat besar di industri mobil listrik. Pada tahun 2030 mendatang, perusahaan ini memiliki rencana untuk memproduksi 20 juta unit mobil per tahunnya. Maka, kebutuhan nikelnya pun juga tidak sedikit. 

Demi mencapai ambisinya tersebut, Tesla memilih besi sebagai alternatif dari nikel. Lantas, apa saja perbedaan antara baterai lithium-ion dengan lithium iron phosphate selain harganya lebih terjangkau?

Dibandingkan dengan baterai lithium-ion yang memiliki energi spesifik 150/200 watt-jam per kilogram lebih ringan, lithium iron phosphate memiliki energi spesifik 9/120 watt-jam per kilogram. Perbedaan inilah yang membuat baterai dengan berbahan dasar iron kemasannya lebih besar dan berat.

Life cycle lithium-iron phosphate lebih panjang 1500-2000 siklus atau 10 tahun lamanya dibandingkan dengan lithium-ion yang hanya 2-3 tahun saja. Keunggulan lainnya dari lithium-iron yakni umur penyimpanannya mencapai 350 hari berbeda dengan lithium-ion 300 hari. Inilah alasan mengapa Tesla akan mencoba memproduksi baterai listrik dari besi atau lithium-iron phosphate. 

Related posts