10 Juta Unit Motor Listrik Akan Diproduksi RI

  • Whatsapp
10 juta motor listrik
10 juta motor listrik

Bukan mobil listrik, produksi sepeda motor listrik justru akan menjadi target pertama dimulainya peralihan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di RI. Hal tersebut dikarenakan pengguna kendaraan roda dua di Indonesia lebih banyak jika dibandingkan roda empat, dikabarkan produksi untuk motor listrik berkisar 10 juta unit!

“Jumlahnya sangat besar dan relatively dimungkinkan di-convert menjadi motor listrik,” kata Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia, Heru Setiawan dalam BUMN Media Talk berjudul EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia, secara virtual, Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Read More

Pabrik baterai belum beroperasi di Indonesia, oleh sebabnya Heru menjelaskan bahwa solusinya adalah dengan menggunakan baterai pack yang diimpor dari luar negeri. Tak perlu khawatir, produk impor baterai pack tersebut akan dibatasi. Nantinya, dari produk impor akan dijadikan model dari produksi baterai sel yang akan diproduksi di dalam negeri.

“Kita berusaha membuat battery pack, nanti battery cell kita impor dalam jumlah terbatas sebagai introduction produk. Nanti kita buat battery untuk kepentingan teo wheelers atau motor,” ujar Heru dikutip dari Liputan6.com.

Karena jumlah impor baterai dibatasi bisa berdampak baik untuk Indonesia, nantinya pekerja lokal dapat memproduksi sendiri baterai sel. Solusi yang baik untuk masa mendatang untuk kedepannya mobil listrik buatan Indonesia bisa menggunakan baterai sel buatan negeri.

Cadangan nikel di Indonesia banyak, wilayah Indonesia Timur menjadi tempat dengan cadangan nikel terbanyak. Karenanya, Pahala Mansury selaku Wakil Menteri BUMN optimis bahwa Indonesia punya posisi kuat untuk membangun industri baterai yang terintegrasi.

“Kandungan utamanya nikel dan kita punya cadangan nomor 1 terbesar di dunia,” ungkap Pahala dalam BUMN Media Talk berjudul EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia, secara virtual, Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Pemerintah Indonesia memang tidak ingin negeri ini hanya menjual bahan bakunya, melainkan secepatnya dapat mengolah bahan baku atau mentahnya menjadi produk siap pakai. Pahala menambahkan, jangan sampai kesalahan di masa lalu kembali terulang.

“Jangan sampai kesalahan di abad yang dulu terus berlanjut sampai sekarang. Kita punya bahan bakunya dan harus terlibat dalam pemanfaatan nilai tambahnya,” ujar Pahala.

Adanya pemanfaatan sumber daya alam menjadi produk nilai tambah ini juga menguntungkan masyarakat, yaitu terciptanya lapangan kerja baru. Diperkirakan dari penjualan motor listrik pada tahun 2025 mendatang mencapai 10 juta unit dan 2 juta unit untuk mobil listrik.

Pemerintah berupaya  membangun rantai pasok yang kompetitif. Sehingga pemilik teknologi (para investor) berminat untuk bekerja sama dengan Indonesia. Dengan begitu, produksi motor listrik di RI yang jumlahnya mencapai 10 juta unit, segera terealisasikan.

“Sehingga para pemain dan pemilik teknologi baterai ini bisa dan dipastikan membawa teknologinya dan memproduknya di Indonesia dibandingkan harus membuatnya di luar Indonesia,” tambah Pahala.

Related posts