Asa Si Anak Nelayan di Atas Perahu Ketinting Halaman all

  • Whatsapp

KOMPAS.com- Pagi buta itu, bunyi dayung beradu dengan air laut memecah kesunyian.

Read More

Di atas perahu tradisional (ketinting), Sulkifli, anak nelayan dari Kabupaten Maros, mengarungi luasnya lautan.

Demi sebuah asa, Sulkifli rela mengayuh perahunya sejauh 17 kilometer.

Ia mengejar mimpi menjadi seorang tentara.

Bercita-cita menjadi TNI AL

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Ilustrasi TNI

Sosok prajurit negara adalah impian Sulkifli sejak kecil.

Keinginannya semakin menguat ketika ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Lebih-lebih di kampung tempat Sulkifli tinggal, belum ada satu pun orang yang menjadi TNI AL.

“Saya bercita-cita untuk menjadi prajurit TNI AL karena ingin mengabdi kepada negara melalui laut,” kata pemuda 18 tahun itu.

“Dan juga untuk membanggakan kedua orangtua di kampung, yang kebetulan di kampung saya ini belum ada yang menjadi seorang prajurit TNI AL,” lanjut Sulkifli dengan mata berbinar.

 

IlustrasiPexels Ilustrasi

Berangkat pagi buta, membelah lautan sejauh 17 km

Tinggal di desa terpencil di Kabupaten Maros, tak menyurutkan langkah Sulkifli menggapai asa.

Sulkifli pun teguh mengikuti tes seleksi TNI AL yang digelar di Kota Makassar.

Namun ia tak sampai hati merepotkan orangtuanya yang seorang nelayan, jika harus menempuh perjalanan darat.

Satu-satunya cara, Sulkifli harus membelah lautan sejauh 17 kilometer dari Maros menuju lokasi tes.

Ditemani perahu ketinting, Sulkifli berupaya menggapai cita-citanya.

“Naik perahu start setengah 5 subuh tiba pas jam 6. Kira-kira satu jam setengah. Pakai GPS saja ke sana,” kata dia.

Untuk menunjukkan arah, Sulkifli menggunakan GPS.

Beberapa langkah lagi

Ilustrasi laut, samudra Ilustrasi laut, samudra

Langkah Sulkifli tak mudah. Ia harus bersaing dengan 1.200 pendaftar yang sama-sama mengikuti tes di Mako Lantamal IV Makassar.

Sulkifli telah melalui sejumlah tes. Tinggal beberapa langkah lagi, pemuda itu meraih mimpinya.

Terakhir dia dinyatakan lulus dalam tahap tes kesehatan.

Kini, Sulkifli harus bersaing dengan 300 calon prajurit lain.

“Semoga perjuangan ini tidak sia-sia. Sampai dinyatakan lulus semua tahapan. Sekarang sisa 300 orang. Banyak yang jatuh di tes kesehatan,” kata Sulkifli.

 

Tentara.Thinkstock Tentara.

Menjadi inspirasi

Kerja keras Sulkifli mendayung setiap pagi buta menuju lokasi tes rupanya mendapatkan perhatian dari Panitia Daerah Makassar.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal VI Kapten Laut (KH) Suparman Sulo berharap, keberadaan Sulkifli, pemuda dari desa terpencil itu menginspirasi.

Dia ingin, perjuangan Sulkifli bisa menjadi motivasi pemuda lainnya demi mewujudkan cita-cita.

Sulkifli menunjukkan, asa harus diraih dengan kerja keras dan perjuangan.

“Semoga apa yang dilakukan Sulkifli ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak bangsa yang lain mengejar cita-citanya,” kata Suparman.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Makassar, Himawan | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)

#Asa #Anak #Nelayan #Atas #Perahu #Ketinting #Halaman

Klik disini untuk lihat artikel asli

Related posts